Saturday, November 12, 2016

Tempat Wisata di Indonesia


1. Raja Ampat Papua
Raja Ampat merupakan salah satu kepulauan kebanggan Indonesia yang terletak di bagian timur Indonesia tepatnya di daerah Papua Barat. Raja Ampat sangat terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Hampir setengah spesies ikan di dunia ada di laut Raja Ampat. Disana juga terdapat banyak penginapan yang menyuguhkan kenyamanan dan keindahan pemandangan alam Raja Ampat.

2. Pulau Bali
Bali merupakan tempat wisata di Indonesia yang sangat popular di dunia. Semua orang pasti akan mengenal Indonesia dari Bali. Di pulau Bali ada banyak tempat wisata yang bisa anda kunjungi. Ada wisata pantai Kuta yang indah untuk menikmati matahari tenggelam. Ada Ubud yang menyediakan tempat wisata alam dengan suasana pedesaan dan juga ada tempat wisata lain yang tidak kalah indah seperti Bedugul, Tanah Lot dan masih banyak lainnya.

3. Wisata Laut Bunaken
Indonesia sangat terkenal dengan keindahan wisata bawah lautnya salah satunya adalah wisata taman laut bunaken. Bunaken terletak di provinsi Sulawesi Utara. Dengan melakukan snorkeling di laut Bunaken, anda akan dimanjakan dengan keindahan terumbu karang dan ikan yang sangat indah.

4. Yogyakarta
Yogyakarta sangat terkenal dengan wisata budayanya. Keramahan warganya dan kenyamanan kota menjadi daya tarik utama kota yang biasa dijuluki dengan kota pelajar ini. Ada wisata sejarah seperti candi Prambanan, Borobudur, Keraton Yogyakarta dan Taman Sari. Bagi anda yang suka belanja dengan harga yang sangat murah, anda juga bisa berkunjung ke daerah Malioboro. Selain wisata sejarah dan budaya, anda juga bisa menikmati wisata kuliner yang beraneka macam dengan harga yang sangat murah.

5. Pulau Lombok
Pulau Lombok terletak di provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok merupakan kumpulan dari beberapa pulau kecil. Wisata pulau Lombok sebagian besar adalah wisata pantai. Ada pantai Senggigi yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Ada pulau Gili dengan beberapa pulau kecil seperti Gili Air, Gili Terawangan dan Gili Meno yang mempunyai pasir putih bersih yang sangat indah.

6. Gunung Bromo
Gunung Bromo berlokasi di daerah Jawa Timur tepatnya di taman nasional Tengger Sumeru. Anda akan dapat menikmati pesona keindahan matahari terbit yang sangat menawan, jika anda naik ke atas puncak Gunung Bromo.

7. Pulau Komodo
Komodo merupakan hewan yang masuk salah satu keajaiban dunia. Komodo hanya tinggal di pulau Komodo. Pulau komodo terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain menikmati kehidupan binatang terlangka ini, anda juga bisa menikmati keindahan alam yang tak kalah menakjubkan.

8. Danau Toba
Danau yang terletak di provinsi Sumatera utara. Danau yang mengandung nilai sejarah dan cerita rakyat.Danau berkawah yang terdapat pulau kecil di tengahnya. Luas danau Toba hampir sama dengan luas beberapa kabupaten, maka dari itu danau Toba merupakan danau terluas di Asia Tenggara.

9. Wakatobi
Wakatobi  merupakan salah satu tempat yang sangat indah baik ditepi laut maupun didasar lautnya. Wisata satu ini berada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Obyek wisata yang menawarkan keindahan karang dan makhluk hidup dasar laut melalui penyelaman ini akan mengingatkan anda akan kuasa penciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Pastinya, keindahan flora dan fauna bawah laut tersebut merupakan sarana bersantai dan berlibur yang sangat tepat bagi anda dan keluarga. Wakatobi terletak di provinsi Sulawesi Tenggara.

10. Toraja
Untuk anda yang suka dengan wisata budaya, anda harus mengunjungi Tanah Toraja yang termasuk kedalam 10 tempat wisata terpopuler dan terbaik di Indonesia. Saat mengunjungi Tanah Toraja, datanglah disaat diadakannya upacara kematian. Biar anda bisa menyasikan upacara adat orang Tanah Toraja.

11. Danau Sentani
Danau Sentani disebut sebagai danau terbesar dengan di Papua. Danau ini memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut. Tempat wisata di Indonesia ini dihiasi dengan 21 pulau di sekitarnya yang menjadi perkampungan warga.
Anda bisa memancing, berenang atau berkeliling dengan perahu sewaan. Jika Anda berkunjung pada pertengahan bulan Juni, Anda bisa menikmati Festival Danau Sentani. Festival ini merupakan acara rutin tahunan yang menampilkan berbagai pertunjukkan seni dan budaya Papua. Selain itu, beragam kuliner khas Papua bisa Anda nikmati di sini.





Wednesday, November 9, 2016

Papercraft



Apa itu Papercraft ?
Papercraft merupakan turunan dari Seni melipat kertas seperti Origami, sedangkan origami adalah proses pembuatan kertas dengan melipat kertas tanpa menggunakan lem tetapi dalam pembuatan papercraft terdapat proses menggunting kertas, menempel kertas dan melipat kertas. Setiap kertas yang telah di guting kemudian di lipat dan di rekatkan menggunakan lem. Papercraft lebih populer di negara Eropa dan Jepang di bandingkan di Amerika Serikat.
Papercraft bisa dibilang pengembangan dari Origami. Tapi biasanya objek-objek yang dihasilkan Papercraft lebih menyerupai bentuk aslinya dibandingkan dengan Origami. Contoh objek yang bisa dijadikan Papercraft misalnya orang, rumah, mobil, motor, binatang, dll.

Sejarah Papercraft
Awalnya papercraft ini di cetak di majalah pada abad ke 20 yang di namakan Card modeling. Pernahkah anda membeli majalah kemudian terdapat sebuah gambar atau poster yang mengharuskan anda harus melipat dan menggunting, inilah masa awalnya papercraft. Popularitas papercraft juga di mulai semenjak perang dunia ke II dimana kertas pada saat itu tidak ada batasan dalam produksinya.
Pada tahun 1941, Inggris menerbitkan 100 model yang berbeda dan sangat populer termasuk papercraft arsitektur, kapal laut, dan pesawat.

Fungsi Papercraft
Selain sebagai hiasan rumah Anda, ternyata papercraft juga bisa untuk meningkatkan kreatifitas anak ataupun Anda sendiri. Selain itu papercraft juga melatih kesabaran serta tingkat kontrol emosi dan melatih tingkat stress Anda. Semakin sering mengerjakan papercraft maka semakin kreatif pikiran Anda dan semakin terjaganya kestabilan emosi Anda.

Perlengkapan yang butuhkan untuk membuat papercraft:
1.      Gunting : alat dasar dalam membuat papercraft
2.      Tracer : Alat ini digunakan untuk membuat pola tekukan sehingga kertas mudah dilipat.
3.      Cutter : Alat untuk memotong bagian pola
4.   Stylus cutter / Cutter pen : fungsi ini sama dengan cutter, hanya saja Stlyus cutter bentuknya seperti pen, dan pisaunya kecil, bagus untuk memotong bagian yang kecil
5.      Cutting mat : alat untuk menjaga keawetan mata pisau cutter, dan berguna sebagai alas cutter
6.      Lem : ada banyak jenis lem, tetapi yang paling disarankan yaitu : lem UHU, FOX, dan super glue
7.   Printer : untuk print pola papercraft, disarankan memakai printer laser, karena warnanya lebih bagus dan tidak cepat pudar.
8.      Kertas khusus : kertas yang disebut bukan kertas biasa, kertas yang digunakan harus mempunyai ketebalan yang cukup tebal, agar dapat menciptakan tekukan yang bagus.
Kertas – kertas yang di digunakan dalam papercraft diharuskan mempunyai ketebalan yang berkisar dari 100gr – 200gr keatas.


Kategori Papercraft
Papercraft belum memiliki pengkategorian yang baku. Pengkategorian Papercraft biasanya dilihat dari sisi minat dan bentuk fisik papercraft.
Berikut beberapa kategori Papercraft:
1.      Pepakura
Papercraft jenis ini sangat berhubungan dengan anime dan manga jepang.
2.      Papertoy
Papercraft jenis ini lebih urban, pop culture art, trend masa kini. Bentuk simple dan biasanya memiliki texture yang sangat menonjol.
3.      Papermodel
Papercraft jenis ini merupakan replika dari benda asli. Biasanya dibuat menggunakan skala. Kemiripan dengan benda asli sangat diutamakan.
4.      Paperavatar
Papercraft jenis ini merupakan avatar dari seseorang. Kemiripan dengan modelnya (seseorang/tokoh) sangat diutamakan.


Tahap/Langkah Membuat Papercraft
Hal pertama yang dibutuhkan untuk membuat Papercraft adalah pola. Pola-pola Papercraft dapat kamu cari di internet atau toko buku.
Jika kamu mendapatkan polanya dari internet (biasanya berformat jpg, gif, pdf), kamu harus mencetaknya terlebih dahulu pada media kertas (menggunakan printer). Tapi jika kamu mendapatkan polanya dari buku/majalah (sudah tercetak pada kertas), kamu tinggal melakukan
Langkah berikutnya:
1.      Gunting pola sesuai dengan gambar yang tercetak di kertas pola.
2.      Lipat pola sesuai garis lipatan yang ada pada pola tersebut.
3.   Tempelkan bagian-bagian pola sesuai instruksi yang ada (biasanya setiap pola disertai dengan instruksi perakitannya)

Origami dan Manfaatnya


Apakah Origami?
Origami berasal dari kata ori yang berarti “lipat”, dan kami yang berarti “kertas” merupakan seni tradisional melipat kertas yang berkembang menjadi suatu bentuk kesenian yang modern.

Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.

Secara umum untuk membuat origami kita bisa menggunakan kertas biasa namun kebanyakan origami di Jepang menggunakan kertas khusus untuk origami. Perbedaan antara kertas biasa dan kertas origami hanyalah dari segi design dan warna saja yang sangat beragam sehingga membuat origami menjadi semakin indah dan sama sekali tidak berhubungan dengan teknik seperti lipatan kertas menjadi lebih mudah dan sebagainya.

Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula sejak kertas diperkenalkan pada abad pertama di zaman Tiongkok kuno pada tahun 105 Masehi oleh Ts'ai Lun.

Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal dari Tiongkok adalah tongkang (jung) dan kotak.

Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 pada masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta. Kemudian seni ini berkembang mula-mula pada zaman Muromachi (1333-1568) dan kemudian pada zaman Edo (1603–1868). Karena harganya yang sangat mahal pada masa itu, penggunaannya terbatas hanya pada kegiatan-kegiatan seremonial seperti untuk Noshi. Terpisah dari itu, berkembang pula kesenian melipat kertas di Eropa, yang disebarkan dari Mesir dan Mesopotamia ke Spanyol pada abad ke-16 dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa barat.

Sebuah karya origami tradisional berbentuk bangau.

Untuk waktu yang lama, model-model yang dikenal hanya terbatas pada model-model tradisional seperti bangau di Jepang dan pajarita di Spanyol. Akira Yoshizawa(1911–2005) membuat inovasi dengan menciptakan model-model baru yang kemudian membawa perubahan besar dalam perkembangan origami. Beliau menciptakan sebuah sistem penggambaran sistemastis (yang disebut diagram) untuk menunjukkan langkah-langkah pelipatan suatu model yang dapat disebarluaskan dan dipahami oleh banyak pihak. Sistem ini adalah dasar dari Sistem Yoshizawa-Randlett yang sekarang lazim digunakan untuk instruksi lipat model origami


Manfaat Origami
Ada sebuah thesis untuk gelar PhD yang meneliti tentang manfaat origami bagi seseorang. Di situ tercatat ada sepuluh manfaat origami, yaitu:
1.      pembentukan kemampuan motorik yang lebih sempurna pada kedua tangan
2.      peningkatan kemampuan intelektual
3.      peningkatan kemampuan daya kreatif 
4.      merangsang kinerja seimbang antara bagian otak kiri dan kanan
5.      peningkatan daya imajinasi
6.      meningkatkan kemampuan memusatkan perhatian(boleh dibilang meningkatkan konsentrasi)
7.      meningkatan kemampuan dayaingat (memori)
8.      melatih kesabaran
9.      memberikan pengalaman emosional dan estetis, dan tentu saja 
10.  membuat seseorang bisa lebih menghargai kenikmatan, kepuasan, dan kebanggaan akan hasil kerjanya


Sebuah situs khusus origami juga menunjukkan manfaat origami dalam kaitannya dengan pendidikan.Yang pertama, origami dapat meningkatkan kemampuan matematika. Dalam proses lipat-melipat pasti terjadi perhitungan, membagi kertas dalam dua atau beberapa lipatan, atau bagaimana membagi kertas tersebut menjadi beberapa bagian yang sama besar. Setelah itu ketika sebuah hasil lipatan origami yang sudah jadi dibuka kembali, akan terlihat pola-pola simetris dari garis bekas lipatan. Hal ini membantu seseorang (terlebih anak-anak) dalam mengenali pola dan konsep bentuk atau bangun geometris.

Manfaat origami juga berkaitan dengan pengembangan pemahaman seseorang akan seni. Origami memungkinkan kita membentuk kertas (yang merupakan benda dua dimensi karena begitu tipis) menjadi wujud tiga dimensi, dan ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan pikiran spasial seseorang. Ini bisa memupuk pemikiran, bagaimana sesuatu yang sebelumnya tak berwujud bisa menjelma menjadi sesuatu, yang tidak ada menjadi ada. Itulah manfaat origami dalam pembentukan apresiasi dan cita rasa seni.

Selain itu, menurut orang-orang Jepang, origami tidak hanya bermanfaat dalam hal-hal yang bersifat ilmiah seperti yang kita bahas di atas. Origami bisa melatih intuisi seseorang, dengan melipat sebuah kertas dan melalui proses yang lama sebelum akhirny
a bisa menciptakan sebuah wujud. Seseorang jadi terbiasa melihat sebuah proses, memahami bagimana sesuatu terjadi. Bila hal ini dilatih terus, seseorang bisa dengan sangat mudah memahami sesuatu tengah terjadi dengan menyeluruh, yang kadang tidak dapat dilihat dengan pemahaman “standar”.

Satu hal lain yang tak kalah penting dalam manfaat origami adalah sebagai filosofi hidup. Dengan menggerakkan tangan sendiri, dengan memulai sesuatu dari benar-benar nol (hanya secarik kertas), mengukur presisi lipatan dengan seksama, kesabaran dari satu langkah ke langkah selanjutnya, dan akhirnya mendapat hasil yang pantas serta setimpal dengan sebesar apa upaya yang telah kita lakukan.


Sistem Informasi Geografis (SIG)



Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi yang berdasar pada data keruangan dan merepresentasikan obyek di bumi. Dalam SIG sendiri teknologi informasi merupakan perangkat yang membantu dalam menyimpan datas, memproses data, menganalisa data, mengelola data dan menyajikan informasi.
Beberapa ahli telah mencoba mendefinisikan dari sudut pandangnya masing-masing sehingga muncul beberapa istilah tentang Sistem Informasi Geografis. Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem perangkat yang dapat melakukan pengumpulan, penyempurnaan, pengambilan kembali, transformasi dan visualisasi dari data spasial bumi untuk kebutuhan tertentu (Burrough, P.A., 1986).
Menurut Aronoff (1989) secara umum Sistem Informasi Geografis merupakan sekumpulan prosedur secara manual maupun berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan menganalisis data bereferensi geografik.
Menurut Murai (1999)  Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu system informasi yang digunakan untuk memasukkan , menyimpan , memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaandan pengelolaan penggunaan lahan , sumber daya alam, lingkungan, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
SIG merupakan sistem yang terkomputerisasi yang menolong dalam me-maintain data tentang lingkungan dalam bidang geografis (De Bay, 2002). SIG selalu memiliki relasi dengan disiplin keilmuan Geografi, hal tersebut memiliki hubungan dengan disiplin yang berkenaan dengan yang ada di permukaan bumi, termasuk didalamnya adalah perencanaan dan arsitektur wilayah (Longley, 2001).
Data dalam SIG terdiri atas dua komponen yaitu data spasial yang berhubungan dengan geometri bentuk keruangan dan data attribute yang memberikan informasi tentang bentuk keruangannya (Chang, 2002). Menurut pendapat Peter A. Burrough (1998), SIG adalah sekumpulan fungsi-fungsi terorganisasi yang menyediakan tenaga-tenaga prfesional yang berpengalaman untuk keperluan penyimpanan, retrieval, manipulasi dan penayangan hasil yang didasarkan atas data berbasis geografis. Aronoff (1989) menyatakan bahwa SIG adalah sekumpulan komponen yang dilakukan secara manual atau berbasis computer yang merupakan prosedur-prosedur yang digunakan untuk keperluan store dan pemanipulasian data bereferensi geografis. Menurut pendapat tersebut dapat dipahami bahwa, isi aktifitas pada bidang SIG merupakan integrasi dari beragam bidang keilmuan yang didasarkan pada peruntukan aktifitas SIG tersebut dilakukan. Implementasi dari pelaksanaan kegiatan tersebut tidak selalu mengacu pada penyertaan komputer sebagai salah satu elemen pada sistem informasi.

Sistem Informasi Geografi pada hakekatnya dapat berfungsi sebagai :
1.   Bank data terpadu, yaitu memadukan data spasial dan non spasial dalam suatu Relational Database Management System.
2.  Sistem modeling dan analisa, yaitu sebagai sarana evaluasi potensi wilayah dan perencanaan spasial.
3. Sistem pengelolaan yang bereferensi geografis, yaitu untuk mengelola operasional dan administrasi yang bereferensi posisi geografi.
4.    Sistem pemetaan berkomputer, yaitu sistem yang dapat menyajikan peta sesuai dengan kebutuhan.

Fungsi-fungsi tersebut di atas dapat berjalan karena GIS memiliki kemampuan dalam mendeskripsi data geografi, data-data geografi yang dapat dideskripsikan oleh GIS adalah :
1.      Data spasial yang berkaitan dengan posisi pada koordinat tertentu.
2.    Data non spasial (atribut) yang tidak berkaitan dengan posisi berupa warna, nama, dan sebagainya.
3.      Hubungan antara data spasial, non spasial dan waktu.

Sistem Informasi Geografis menghubungkan data spasial dengan informasi geografis mengenai feature tertentu pada peta. Feature yang dimaksud adalah kenampakan obyek dalam peta yang berbentuk titik, garis, atau poligon. Informasi ini disimpan sebagai atribut atau karakteristik dari feature yang disajikan secara grafis (Team RePPMIT Bakosurtanal, 1991).


Data Spasial
Data spasial adalah data yang bereferensi geografis atas representasi obyek di bumi. Data spasial pada umumnya berdasarkan peta yang berisikan interprestasi dan proyeksi seluruh fenomena yang berada di bumi. Fenomena tersebut berupa fenomena alamiah dan buatan manusia. Pada awalnya, semua data dan informasi yang ada di peta merupakan representasi dari obyek di muka bumi.
Sesuai dengan perkembangan, peta tidak hanya merepresentasikan obyek-obyek yang ada di muka bumi, tetapi berkembang menjadi representasi obyek diatas muka bumi (diudara) dan dibawah permukaan bumi. Data spasial memiliki dua jenis tipe yaitu vektor dan raster. Model data vektor menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik-titik, garis-garis atau kurva, atau poligon beserta atribut-atributnya. Model data Raster menampilkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel – piksel yang membentuk grid. Pemanfaatan kedua model data spasial ini menyesuaikan dengan peruntukan dan kebutuhannya.

Data Vektor
Model data vektor adalah yang dapat menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik-titik, garis atau kirva dan polygon beserta atribut-atributnya (Prahasta, 2001). Bentuk-bentuk dasar representasi data spasial ini, di dalam sistem model data vektor, didefinisikan oleh sistem koordinat kartesian dua dimensi (x, y).
Di dalam model data spasial vektor, garis-garis atau kurva (busur atau arcs) merupakan sekumpulan titik-titik terurut yang dihubungkan (Prahasta, 2001). Poligon akan terbentuk penuh jika titik awal dan titik akhir poligon memiliki nilai koordinat yang sama dengan titik awal. Sedangkan bentuk poligon disimpan sebagai suatu kumpulan list yang saling terkait secara dinamis dengan menggunakan pointer/titik.

Data Raster
Obyek di permukaan bumi disajikan sebagai elemen matriks atau sel-sel grid yang homogen. Model data Raster menampilkan, menempatkan dan menyimpan dataspasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel yang membentuk grid (Prahasta, 2001). Tingkat ketelitian model data raster sangat bergantung pada resolusi atau ukuran pikselnya terhadap obyek di permukaan bumi. Entity spasial raster disimpan di dalam layers yang secara fungsionalitas di relasikan dengan unsur – unsur petanya (Prahasta, 2001).
Satuan elemen data raster biasa disebut dengan pixel, elemen tersebut merupakan ekstrasi dari suatu citra yang disimpan sebagai digital number (DN) (De Bay, 2000). Meninjau struktur model data raster identik dengan bentuk matriks. Pada model data raster, matriks atau array diurutkan menurut koordinat kolom (x) dan barisnya (y) (Prahasta, 2001).

Pemrosesan Spasial
Pengelolaan, pemrosesan dan analisa data spasial biasanya bergantung dengan model datanya. Pengelolaan, pemrosesan dan analisa data spasial memanfaatkan pemodelan SIG yang berdasar pada kebutuhan dan analitiknya. Analitik yang berlaku pada pemrosesan data spasial seperti overlay, clip, intersect, buffer, query, union, merge; yang mana dapat dipilih ataupun dikombinasikan.
Pemrosesan data spasial seperti dapat dilakukan dengan teknik yang disebut dengan geoprocessing (ESRI, 2002), pemrosesan tersebut antara lain:
  1. overlay adalah merupakan perpaduan dua layer data spasiall
  2. clip adalah perpotongan suatu area berdasar area lain sebagai referensi,
  3. intersection adalah perpotongan dua area yang memiliki kesamaan karakteristik dan criteria
  4. buffer adalah menambahkan area di sekitar obyek spasial tertentu
  5. query adalah seleksi data berdasar pada kriteria tertentu
  6. union adalah penggabungan / kombinasi dua area spasial beserta atributnya yang berbeda menjadi satu
  7. merge adalah penggabungan dua data berbeda terhadap feature spasial
  8. dissolve adalah menggabungkan beberapa nilai berbeda berdasar pada atribut tertentu.
Pengelolaan, pemrosesan dan analisa data spasial biasanya bergantung dengan model datanya. Pengelolaan, pemrosesan dan analisa data spasial memanfaatkan pemodelan SIG yang berdasar pada kebutuhan dan analitiknya. Analitik yang berlaku pada pemrosesan data spasial seperti overlay, clip, intersect, buffer, query, union, dan merge.


Komponen Sistem Informasi Geografis
Komponen dasar Sistem Informasi Geografik terdiri dari empat macam (Arronoff, 1989) : 
1.      Pemasukan data (Input data). Pemasukan data merupakan suatu prosedur pengkodean data ke dalam suatu bentuk yang dapat dibaca komputer dan menuliskannya ke dalam basis data Sistem Informasi Geografis. Pemasukan data dengan jalan mengubah data dari format analog ke format digital. Data yang dimasukkan dalam SIG mempunyai dua tipe data yaitu data spasial dan data atribut (data non-spasial). Data spasial menyajikan lokasi geografis suatu kenampakan muka bumi (feature). Titik, garis dan luasan dipakai untuk menyajikan feature geografis seperti jalan, hutan, persil tanah dan lain-lain. Data atribut menyajikan informasi diskriptif seperti nama jalan, komposisi hutan atau nama pemilik persil. Adapun cara pemasukaan data yang umum digunakan dalam SIG yaitu melalui keyboard, digitasi dengan perangkat digitizer, scanning, koordinat geometri, konversi file data digital.
2.      Manajemen data (Data management). Komponen ini berisikan fungsi-fungsi untuk menyimpan dan memanggil kembali data. Data-data masukan dalam SIG dikelola sedemikian rupa dalam suatu sistem basis data. Basis data didefinisikan sebagai kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan bersama dengan sedikit redundansi serta mampu melayani lebih dari satu pemakai. Organisasi konseptual dalam suatu basis data disebut dengan model data. Ada tiga model data yang dipergunakan dalam mengorganisasi data atribut yaitu : model data hirarki, jaringan dan relasional. Sedangkan model data spasial dapat berupa data vektor dan data raster. 
3.      Manipulasi dan analisis data (Data manipulation dan analysis). Dalam fungsi manipulasi dan analisis ini data diolah sedemikian rupa guna memperoleh informasi yang diinginkan dari Sistem Informasi geografis. Manipulasi dan analisis dengan membuat algoritma dari data grafis dan atribut yang berupa tumpang-susun (overlaying) data grafis maupun pengkaitan data grafis dan atribut.
4.      Penyajian Data (Output data). Penyajian data merupakan prosedur untuk menyajikan informasi dari SIG dalam bentuk yang diinginkan pemakai. Output data disajikan dalam hardcopy dan softcopy. Output dalam format hardcopy berupa tampilan permanen, biasanya dicetak pada kertas, film fotografik atau material lain. Output dalam softcopy disajikan melalui layar komputer baik berupa teks atau grafik maupun sebagai langkah guna melihat hasil analisis sebelum dicetak secara permanen.

Basis Data Sistem Informasi Geografi 
Basis data menurut Aronoff (1989) adalah suatu kumpulan informasi tentang sesuatu yang disimpan di dalam memori komputer yang berasal dari kumpulan data spasial dan data non spasial yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Basis data bertujuan menyediakan informasi dengan data yang terdiri dari kumpulan data yang saling berkaitan satu sama lain. 
Dalam sistem informasi geografis, data dikelompokkan dalam dua bagian yaitu data spasial atau grafis yang diperoleh dari hasil digitasi peta dan data non spasial atau atribut yang menerangkan data spasialnya. Perpaduan antara data spasial dan data non spasial ini disebut basis data. Dengan komputer untuk penanganan data tersebut akan memudahkan serta meningkatkan fungsi dari basis data tersebut, hal ini disebabkan bentuk datanya dalam format digital. 
Konsep basis data merupakan kekuatan utama SIG yang membedakan dengan sistem pemetaan komputer lainnya yang hanya mampu memproduksi output grafis yang baik. SIG mengorganisasi data geografis dalam suatu basis data. 
Basis data SIG menghubungkan data spasial dan informasi geografis tentang suatu feature tertentu pada peta. Informasi geografis ini merupakan data sematis (atribut) yang mendiskripsikan lebih jauh kenampakan feature yang sebenarnya. Konsep hubungan data spasial dan data atribut dalam SIG merupakan implementasi dari model data relasional. 
Pada model data relasional, setiap data tersimpan sebagai record (kumpulan nilai yang berdiri sendiri dalam bentuk rekaman sederhana) yang disebut tuple. Semua tuple dikumpulkan bersama dalam suatu tabel dua dimensi dan masing-masing tabel selalu disimpan dalam berkas tabel terpisah. Meskipun demikian tabel-tabel tersebut dapat dihubungkan dengan menggunakan suatu medan umum.
Adapun manfaat Sistem Informasi Geografis dalam membantu analisis pengembangan suatu wilayah adalah sebagai berikut :
1) Manajemen tata guna lahan / ruangan
Pemanfaatan dan penggunaan lahan merupakan bagian kajian geografi yang perlu dilakukan dengan penuh pertimbangan dari berbagai segi. Tujuannya adalah untuk menentukan zonifikasi lahan yang sesuai dengan karakteristik lahan yang ada. Misalnya, wilayah pemanfaatan lahan di kota biasanya dibagi menjadi daerah pemukiman, industri, perdagangan, perkantoran, fasilitas umum,dan jalur hijau. SIG dapat membantu pembuatan perencanaan masing-masing wilayah tersebut dan hasilnya dapat digunakan sebagai acuan untuk pembangunanutilitas-utilitas yang diperlukan. Lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun di daerah perkotaan (urban) perlu dipertimbangkan agar efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria tertentuyang bisa menyebabkan ketidakselarasan.
2) Inventarisasi sumber daya alam
Secara sederhana manfaat SIG dalam data kekayaan sumber daya alamialah sebagai berikut:
a)      Untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam, misalnya minyak bumi, batubara, emas, besi dan barang tambang lainnya.
b)      Untuk mengetahui persebaran kawasan lahan, misalnya:
ü  Untuk Kawasan lahan potensial dan lahan kritis;
ü  Untuk  Kawasan hutan yang masih baik dan hutan rusak;
ü  Untuk  Kawasan lahan pertanian dan perkebunan;
ü  Untuk  Pemanfaatan perubahan penggunaan lahan;
ü  Untuk  Rehabilitasi dan konservasi lahan.
3) Untuk pengawasan daerah bencana
Kemampuan SIG untuk pengawasan daerah bencana alam, misalnya:
ü  Memantau luas wilayah bencana alam;
ü  Pencegahan terjadinya bencana alam pada masa datang;
ü  Menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana;
ü  Penentuan tingkat bahaya erosi;
ü  Prediksi ketinggian banjir;
ü  Prediksi tingkat kekeringan.
4) Bagi perencanaan Wilayah dan Kota
ü   Untuk bidang sumber daya, seperti kesesuaian lahan pemukiman, pertanian, perkebunan, tata guna lahan, pertambangan dan energi, analisis daerah rawan bencana.
ü  Untuk bidang perencanaan ruang, seperti perencanaan tata ruang wilayah, perencanaan kawasan industri, pasar, kawasan permukiman, penataan sistem dan status pertahanan.
ü  Untuk bidang manajemen atau sarana-prasarana suatu wilayah, seperti manajemen sistem informasi jaringan air bersih, perencanaan dan perluasan jaringan listrik.
ü   Untuk bidang pariwisata, seperti inventarisasi pariwisata dan analisis potensi pariwisata suatu daerah.
ü   Untuk bidang transportasi, seperti inventarisasi jaringan transportasi publik, kesesuaian rute alternatif, perencanaan perluasan sistem jaringan jalan, analisis kawasan rawan kemacetan dan kecelakaaan.

ü   Untuk bidang sosial dan budaya, seperti untuk mengetahui luas dan persebaran penduduk suatu wilayah, mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya, pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan pada suatu kawasan, pendataan dan pengembangan pemukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan perkantoran.